Peternak Itik Harus Kreatif mencari pakan Alternatif

Itik merupakan salah satu komoditas perternakan yang menarik untuk dijalankan. Sebagai salah satu sumber penyedia protein hewani baik melalui telur maupun daging. karenanya banyak pihak yang berminat untuk usaha ternak itik. Di lapangan kita temui bahwa itik dipelihara secara intensif maupun semi intensif.

Salah satu komponen yang memiliki presentase biaya terbesar dalam budidaya itik petelur adalah pakan. Kebutuhan pakan di ternak itik petelur setiap harinya adalah 150 gram/ekor. Kelebihan budidaya itik adalah itik bermulut lebar, memudahkan untuk memberikan pakan alternatif.

Pakan alternatif diberikan untuk menekan biaya produksi,

ujar Ahmad Yunus, CEO Nusfeed.id pada acara Bimtek Budidaya Unggas Petelur yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang di Desa Sukamurni Kecamatan Balaraja, Selasa 11 April 2017.
Di kesempatan yang sama Yunus menekankan pentingnya bagi peternak untuk kreatif mencari pakan alternatif.

Pakan alternatif yang bisa diberikan sesuai dengan bahan pakan yang ada di lokasi budidaya,misalnya di daerah pesawahan bisa diberikan keong sawah, di pantai bisa diberikan ikan runcah, di daerah industri limbah atau hasil samping industri.

Sebagaimana diketahui bahwa Pakan yang dicerna oleh unggas petelur digunakan untuk sejumlah proses dalam tubuh. Pakan ini memiliki dua fungsi penting bagi ternak. Fungsi pertama adalah fungsi esensial (maintenan) diantaranya metabolisme tubuh, memelihara panas tubuh, serta mengganti dan memperbarui sel-sel tubuh dan jaringan. Fungsi kedua adalah untuk kebutuhan produksi seperti pertumbuhan, penggemukan, atau produksi telur.
Yunus dalam presentasinya juga memaparkan cara menghitung kebutuhan pakan perhari dan biaya yang harus dikeluarkan. Cara menghitung menggunakan Kalkulator Pakan Unggas Petelur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *