Cara Pengendalian dan Pembasmian kutu pada Pakan Ternak

Salah satu momok yang cukup mengganggu dalam usaha peternakan adalah serangan kutu pada pakan. Kutu ini dapat menurunkan kualitas pakan yang distok oleh peternak. Pada ternak tertentu seperti ternak ulat hongkong, ulat jerman, dan sebagainya kutu ini sangat merugikan karena memangsa telur ulat-ulat yang dipelihara tersebut. Tentu menjadi sebuah kerugian tersendiri jika kutu tidak dikendalikan.

Serangga dan kutu (arthropoda) mempunyai kontribusi yang besar terhadap kerusakan bahan pakan baik kerusakan fisik maupun kehilangan kandungan zat makanan akibat aktivitasnya. Kerusakan bahan pakan akibat serangan serangga merupakan kasus yang paling sering terjadi. Serangga mengambil dan memakan zat makanan dari biji-bijian atau bahan baku lain yang menyebabkan rusaknya lapisan pelindung bahan. Selain menyebabkan kerusakan secara fisik, karena sifatnya yang suka bermigrasi, serangga dapat memindahkan spora jamur perusak bahan pakan dan membuka jalan bagi kontaminasi jamur atau kapang yang menghasilkan mikotoksin. Serangga perusak bahan pakan antara lain ngengat, penggerek dan kumbang.

Kerusakan pakan akibat serangan serangga berupa kerusakan fisik dan kimiawi. Kerusakan secara fisik terjadi akibat kontaminasi bahan pakan oleh kotoran, jaring, bagian tubuh dan bau kotoran. Serangga memakan dan merusak struktur fisik bahan pakan, seperti berlubang, hancur dan memicu pertumbuhan mikroorganisme lain. Aktivitas makan yang dilakukan oleh serangga menyebabkan bahan pakan kehilangan berat. Kerusakan secara kimiawi menyebabkan penurunan kualitas bahan. Bahan pakan yang disimpan dapat mengalami beberapa perubahan kimiawi yang dapat merubah rasa dan nilai nutrisi. Serangga hama mampu mempercepat perubahan kimiawi berbahaya. Sekresi enzim lipase oleh serangga mampu meningkatkan proses kerusakan secara kimiawi. Serangan serangga dapat meningkatkan panas bahan pakan. Saat populasi serangga telah mencapai kepadatan tertentu, aktivitas metaboliknya mengeluarkan lebih banyak panas dari yang dapat dihilangkan. Kerapatan populasi yang sangat tinggi dapat meningkatkan suhu hingga mencapai 45oC dan bila diikuti dengan kehadiran mikroorganisme, seperti jamur, suhu dapat mendekati 75oC.

 

  1. Pengendalian Serangga Hama Gudang

            Upaya untuk mengurangi resiko kerusakan akibat serangan serangga dapat dilakukan dengan memperbaiki manajemen penyimpanan. Sistem penyimpanan sifatnya buatan sehingga dapat diatur sesuai kebutuhan. Pengendalian serangan serangga melalui system penyimpanan dapat dilakukan dengan membaiki struktur bangunan tempat penyimpanan, penerapan sistem First In First Out dan mengendalikan kondisi bahan pakan yang disimpan. Kadar air bahan pakan mempunyai korelasi yang erat dengan kelembaban relatif. Kandungan air bahan pakan yang disimpan diupayakan serendah mungkin. Proses penurunan kadar air dapat dilakukan dengan penjemuran ataupun dengan meniupkan udara panas terhadap bahan pakan.

Hasil diskusi kami di http://nusfeed.id salah seorang menajer pabrik ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk pencegahan kutu di gudang, antara lain:

  1. Suhu gudang di bawah 300 Karena kutu optimal pertumbuhannya di suhu 32 samapi 350C.
  2. Dinding gudang tidak boleh ada retakan. Karena retakan menjadi tempat deposit/bersarang kutu
  3. Saat pertama kali digunakan, gudang dan area sekitar difumigasi untuk pencegahan.
  4. Sanitasi sangat penting. Jaga kebersihan lingkungan. Tidak boleh buang sampah sembarangan
  5. Pegawai harus dalam kondisi bersih. Batasi orang yang keluar masuk ke gudang untuk menjaga kebersihan dan kontaminasi silang.
  6. Jarak produk dengan dinding adalah 50 cm. Jaga jarak antar pallet agar dapat dibersihkan.
  7. Produk tidak diletakkan langsung dengan lantai,tapi menggunakan palet.
  8. Hasil pengolahan produk pakan dari biji-bijian bersifat padat yang menyerap bau. Produk pakan tersebut jangan ditaruh berdekatan dengan benda-benda berbau tajam.
  9. Sebulan sekali bisa melakukan fogging. Fogging bisa dilakukan sore hari. Waktu sore hari dipilih karena saat itu kutu keluar beterbangan tertarik dengan sinar lampu.
  1. Pembasmian kutu

Jika pakan yang kita simpan terserang kutu, maka kita harus melakukan pembasmian. Teknik pembasmian tergantung jumlah pakan yang disimpan. Jika jumlah pakan yang disimpan besar dengan cara kimia seperti fumigasi sedangkan jika pakan jumlah yang disimpan kecil dengan cara manual.

  1. Pembasmian dengan cara fumigasi

Pembasmian ini untuk gudang skala menengah dan besar. Fumigasi adalah merupakan applikasi pengendalian hama pada suatu produk dengan cara memasukan atau melepaskan gas fumigan ke dalam ruangan tertutup atau kedap udara (gas tight) dengan masa atau jangka waktu tertentu dalam dosis dan konsentrasi yang dapat mematikan hama.

Pada Prinsipnya pelaksanaan Fumigasi hanya dikenal ada 2 (dua) macam yaitu fumigasi ruangan dan fumigasi di bawah sungkupplastik. Fumigasi Ruangan (space fumigation) dimana seluruh ruangan di fumigasi. Contohnya fumigasi yang dilaksanakan pada silo, kapal, container dan sebagainya. Fumigasi di bawah sungkup plastik (under plastic sheet fumigation) dimana fumigasi hanya dilaksanakan pada sebagian ruangan atau terbatas pada komoditas yang di fumigasi.

Jenis fumigasi yang dapat digunakan adalah phosphine. Bentuk formulasi penggunaan Phosphine ini dihasilkan dari Aluminium Phosphide atau magnesium phospide yang di formulasikan dalam bentuk tablet, pellet atau powder dalam kantong kertas yang apabila bereaksi dengan uap air yang ada dalam udara akan berbentuk gas phosphine. Penggunaan phosphine dalam bentuk formulasi tablet telah banyak digunakan sebagai fumigan pada penyimpanan hasil pertanian di Indonesia. Namun salah satu kendala utama yang membatasi penggunaan phosphine tablet ini adalah masa exposure jauh lebih lama minimal 3 x 24 jam dibandingkan dengan masa exposure fumigasi dengan menggunakan Methyl Bromide yang hanya dalam jangka waktu 1 x 24 jam.

Untuk info detail tentang fumigasi anda dapat membacanya di sini: https://ahlipestcontrolbekasi.wordpress.com/fumigasi/

  1. Pembasmian Kutu dengan cara manual

Cara ini cocok untuk pakan dalam jumlah kecil seperti yang digunakan di ternak ulat dan puyuh. Cara pembasmian kutu dengan cara manual seperti di pakan dijemur sampai kutunya mati. Selain dijemur pakan juga dapat disangrai sampai kutunya mati. Atau pakan dapat dioven sampai kutunya mati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *