PROSES PRODUKSI PAKAN: Mesh, Pellet, dan Crumble

Jika anda peternak unggas, pasti anda pernah bersentuhan dengan pakan berbentuk crumble, biasanya digunakan sebagai pakan strater. Tahu kah anda bahwa crumble adalah bentuk pakan yang terdiri dari tiga proses, yaitu penepungan, pelleting, dan crumble.

Nah, kali ini kita akan membahas ketiga proses produksi pakan tersebut. Tulisan kali ini mengambil refernsi dari makalah Prof. Yuli Retnani yang berjudul Alat dan Mesin Pakan, Makalah ini dibuat dalam Acara Pelatihan Alat dan Mesin Usaha Peternakan Kerjasama Fakultas Peternakan IPB dan Dinas Pertanian-Peternakan Provinsi Banten, pada tanggal 25-27 April 2012 di Laboratorium Industri Pakan, Fakultas Peternakan, IPB.

 

Proses Produksi Pakan Bentuk Tepung atau Mash

Produk pakan berbentuk mash (tepung) adalah pakan dengan bentuk halus yang mengandung zat-zat makanan seimbang dan dihasilkan dari penggilingan bahan-bahan seimbang dan dihasilkan dari penggilingan bahan-bahan makanan penyusun pakan yang dicampur bersama-sama (Titus dan Fritz, 1971). Pakan bentuk mash lebih ekonomis untuk skala kecil (Patrick dan Scaible, 1980). Pakan berbentuk tepung umumnya untuk ayam DOC dan petelur (layer).

Mesin produksi pakan yang digunakan untuk mengolah bahan baku adalah grinder dan mixer. Grinder adalah mesin giling yang digunakan untuk menggiling atau menghaluskan bahan dari partikel yang besar menjadi partikel yang lebih kecil yang biasanya digunakan dalam kegiatan prosesing selanjutnya. Penggilingan bahan bertujuan untuk memperkecil ukuran partikel suatu bahan (reduced material) dimaksudkan selain untuk mempermudah kegiatan prosesing juga untuk memperoleh ukuran partikel bahan yang dikehendaki agar supaya ternak mudah mengkonsumsi pakan, dan sebagai tujuan akhir adalah untuk meningkatkan performan ternak. Manfaat penggilingan (Pfost, 1976) adalah:

a.Menghaluskan bahan baku biji-bijian dan bahan baku lainnya.

b.Mempermudah penanganan bahan-bahan baku pakan.

c.Membantu proses pencampuran bahan baku yang berbeda.

d.Mengefisienkan proses pelleting karena ukuran partikel bahan baku lebih kecil.

e.Konsumen lebih memilih bahan dasar pakan yang berkualitas.

f.Meningkatkan palatabilitas terhadap pakan, sehingga akan mempertinggi efisiensi penggunaan pakan.

g.Meningkatkan daya cerna pakan sehingga diharapkan performan ternak akan lebih baik.

Jenis-Jenis mesin giling yang ada sampai saat ini untuk memperkecil bentuk dan ukuran bahan baku pakan ternak adalah Hammermil, Burr Mill, Roller Mill, Crusher Mill dan Combination Mill.

Mixer adalah mesin pencampur bahan-bahan baku yang digunakan untuk proses produksi pakan agar menjadi homogen untuk mempermudah proses selanjutnya, jka pakan ingin dijadikan pelet atau crumble. Mixing atau blending merupakan kegiatan pencampuran bahan baku yang biasanya digunakan pada pakan, pupuk, dan benih. Proses tersebut menjadi sentra dalam proses produksi pakan dan premix (Rempe, 1994), karena kapasitas mixer secara langsung menggambarkan kapasitas feedmill secara keseluruhan dan tingkat akurasi pencampuran juga sangat memengaruhi kualitas produk akhir.

Proses Produksi Pakan bentuk Silinder atau Pellet

Pellet adalah pakan berbentuk silinder yang berasal dari pencetakan bahan-bahan baku pakan dengan menggunakan mesin die sehingga menjadi bentuk silinder atau potongan kecil dengan diameter, panjang, dan derajat kekerasan yang berbeda. Pellet yang berukuran besar umumnya mengandung serat yang berasal dari hijauan. Pakan pellet untuk kuda bisa berupa pellet konsentrat, pellet hay, dan pakan pellet komplit (Ensminger et. al., 1990). Pakan dalam bentuk pellet merupakan salah satu bentuk pengawetan bahan pakan dalam bentuk yang lebih terjamin tingkat pengadaan dan kontinuitas penyediaannya untuk mempertahankan kualitas pakan (Mathius et al., 2006).

Pakan berbentuk pellet biasanya digunakan untuk ternak yaitu ayam broiler dan petelur fase grower dan finisher, burung, hamster, kelinci, sedangkan untuk hewan akuatik, pellet juga diberikan untuk ikan dan udang. Pellet untuk hewan kesayangan kucing dan anjing disebut pet food.

Mesin proses produksi pakan yang digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi pellet adalah Pelleter, ekstruder dan ekspander. Pelleter adalah mesin pencetak pellet menjadi produk pakan yang berbentuk silinder. Pellet adalah bentuk penggumpalan pakan melalui proses pemasukan (extruding) pada tiap bahan atau campuran adonan dengan pemampatan dan tenaga tekanan melalui lubang die dengan proses mekanik (Robinson, 1976). Komponen utama dalam mesin pellet adalah dua buah roller dan diering. Kedua Roller terletak pada die yang berputar dengan arah yang sama dan mendesak bahan kearah lubang die pada diering. Keuntungan mencetak pakan berbentuk pellet antara lain sebagai berikut.

1. Meningkatkan densitas pakan.

2. Mempermudah handling produk.

3. Mengurangi terbentuknya debu.

4. Mengurangi penyusutan akibat tercecer.

5. Lebih tahan terjadinya kerusakan pada saat penyimpanan

6. Tidak memberikan kesempatan kepada ternak untuk memilih jenis bahan makanan yang disukai.

7. Meningkatkan jumlah konsumsi pakan.

8. Meningkatkan palatabilitas.

9. Meningkatkan konversi ransum.

10. Menurunkan ongkos pemberian pakan.

11. Ternak ruminansia dapat memanfaatkan jumlah dan jenis hijauan yang lebih besar.

 

Proses Produksi Pakan Bentuk Granula atau Crumble

Pakan berbentuk crumble biasanya digunakan untuk ternak periode starter atau grower, karena semakin kecil ternak ukuran partikel bahan pakan yang dibutuhkan semakin kecil.

Pakan berbentuk crumble merupakan bentuk pertengahan antara bentuk pellet dan mash. Pakan ini memiliki cirri dan bentuk yang tidak beraturan, merupakan proses lanjutan dari pellet. Kelebihan pakan berbentuk crumble adalah menurut ransum dapat memperbaiki penampilan ayam yang dipelihara terutama karean dapat meningkatkan kepadatan zat makanan.

Mesin produksi pakan yang digunakan untuk mengolah bahan baku menjadi crumble adalah crumbler. Crumbler atau mesin pemecah pellet biasanya digunakan untuk memecah pellet menjadi bongkahan partikel yang lebih kecil baik ukuran panjang dan diameternya. Mesin tersebut digunakan untuk memecah pellet menjadi bentuk butiran atau granula atau pecahan (crumble) dan biasanya diberikan pada ternak seperti ayam broiler, benur ikan dan udang. Crumbling adalah proses penggilingan atau pemecahan pellet menjadi partikel yang kasar atau berbentuk granular.

Bagaimana? Sudah pahamkan bedanya mesh, pellet dan Crumble. Jadi buat anda peternak yang mau ngaduk sendiri pakannya, sudah paham yah proses produksi pakan. Jika kalian butuh bahan baku pakan ternak seperti pollard, jagung, dan sebagainya? Kamu bisa cek di nusfeed.id/produk-kami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WhatsApp chat