Mencegah kerusakan bahan pakan ternak dalam penyimpanan

 1. Jenis-jenis kerusakan

Bahan pakan dapat mengalami kerusakan pada waktu peyimpanan di gudang. Kerusakan yang terjadi mungkin dapat dilihat atau mungkin tidak dapat dilihat. Penyebabnya dapat bersifat unsur kesengajaan atau dapat timbul dengan sendirinya. Kerusakan yang dapat timbul terhadap pakan dan bahan pakan pada saat penyimpanan antara lain : 

  • Penyusutan atau kehilangan berat
  • Perubahan ukuran dan bentuk
  • Penurunan mutu dan perubahan jenis mutu
  • Penurunan atau kehilangan nilai gizi.
  • Kehilangan harga / penurunan nilai ekonomi

Berdasarkan faktor penyebabnya, secara umum kerusakan bahan pakan dan pakan digolongkan dalam 5 jenis. Jenis-jenis kerusakan tersebut adalah:

  • Kerusakan fisik-mekanik (retak, belah)
  • Kerusakan kimiawi (racun)
  • Kerusakan fisiologik (enzim)
  • Kerusakan mikribiologik (bakteri, cendawan, kapang)
  • Kerusakan bilogik (serangga, tikus, burung)

 

2. Faktor-faktor penyebab kerusakan

 Faktor penyebab kerusakan bahan pakan dan pakan dapat dibedakan menjadi faktor biotik dan faktor abiotik 

  • Yang termasuk dalam faktor biotik adalah kerusakan yang disebabkan oleh jazad renik (mikriorganisme), serangga, tikus, burung, serta fisiologis. Jenis kerusakan yang terjadidigolongkan menjadi kerusakan mikrobiologik, kerusakan biologik dan kerusakan fisiologik. Tumbuhnya bakteri, jamur dan kapang di dalam bahan akan menyebabkan terjadinya perubahan mutu dan nilai gizi. Selain itu dapat juga menimbulkan bahaya keracunan. Serangga yang merupakan hama gudang terdiri dari dua golongan, yaitu golongan pijer (Lepidoptera) dan golongan kumbang dan tungau (Coleoptera).
  • Yang termasuk dalam faktor abiotik adalah kerusakan yang disebabkan oleh fisik-mekanik dan kimiawi. Jenis kerusakan yang terjadi dapat digolongkan menjadi kerusakan fisik-mekanik dan kerusakan kimiawi. Kerusakan fsik-mekanik dapat disebabkan oleh benturan,himpitan, gesekan, turun naiknya suhu dan kelembaban. Suhu dan kelembaban merupakan faktor lingkungan fisik yang terpenting, sebab kedua faktor ini mempengaruhi kadar air dan aktifitas air. Kadar air dan aktifitas air sangat menentukan perkembangbiakan serangga (terutama suhu) dan jasad renik (terutama kelembaban). Kadar air yang terlalu tinggi dapat menyebabkan terjadinya pengembunan sehingga mempermudah pertumbuhan jasad renik. Kerusakan kemik disebabkan akibat penggunaan bahan-bahan kimia seperti zat warna, racun dan sebagainya. Hal ini dapat menyebabkan perubahan fisik, penurunan mutu dan kemungkinan dapat menimbulkan keracunan.

3. Tanda-tanda kerusakan 

Penentuan jenis dan penyebab kerusakan bahan pakan dan pakan didalam gudang dapat dilakukan/diketahui apabila sebelumnya diketahui tanda-tandanya. Tanda-tanda kerusakan fisik-mekanik dapat diketahui apabila bahan pakan dan pakan menjadi memar, remuk, retak, pecah dan sebagainya.Demikian juga jika terjadi pengembunan pada beberapa bagian gudang dan bahan. Apabilaterjadiperuhanan warna, rasa aroma, tektur, kegiatanrespirasidan timbulnya berbagai macam gas H2O, CO2, amonia merupakan tanda-tanda kerusakan fisiologik. Terjadinya bau apek, tengik, atau bau tidak sedap lainnya, merupakan tanda-tanda kerusakan kemik. Didalam gudang kadang-kadang dijumpai bagian-bagian tertentu yang menjadi panas atau kenaikan suhu. Hal ini disebabkan karena adanya aktifitas mikroorganisme di dalam bahan, selain itu juga terjadi penggumpalan, perubahan warna dan dapat dilihat tumbuhnya jamur. Serangan hama ikus ditandai adanya lubang, kotoran atau sarang, dan bau urine tikus. Kerusakan bahan pakan dan pakan di dalam gudang dapat terjadi karena beberapa hal :

  • Tidak adanya pengaturan udara (ventilasi) yang baik,, menyebabkan timbulnya panas (kenaikan suhu) dan kenaikan kadar air yang memungkinkan terjadinya pengembunan pada tumpukan bahan pakan dan pakan. Keadaan ini mengundang serangan hama jasad renik maupun serangga.
  • Perlakuan yang kurang baik terhadap bahan pakan dan pakan sebelum digudangkan, seperti pengeringan, pembersihan dan pengemasan.
  • Tidak dilakukan fumigasi atau cara-cara pencegahan lainnya terhadap aktifitas hama.
  • Keadaan gudang yang kurang bersih dan kurang terawat menyebabkan banyaknya tikus dan berbagai hama lainnya.

Mengatasi kerusakan

Tindakan untuk mengatasi kerusakan bahan pakan dan pakan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu tindakan pencegahan (preventif) dan tindakan pemberantasan hama (kuratif). Secara umum untuk mengatasi kerusakan bahan pakan dan pakan dapat dilakukan dengan cara mengatur kondisi lingkungan serta penggunaan insektisida/fungisida, maupun rodentisida.

  • Mengatur kondisi lingkungan

Pengaturan kondisi lingkungan lebih bersifat pencegahan, dengan melakukan pengaturan terhadap kelembaban udara, suhu udara serta kebersihan gudang dan lingkungannya. Kondisi di Indonesia suhu udara berkisar 22 – 34ºC, kelembaban 52 – 89%, dengn curah hujan yang tinggi. Sementara kondisi yang ideal untuk gudang penyimpanan adalahpada suhu18ºC dengan kelembaban 65%. Kondisi demikian tidak mudah mencegah pengaruhnya terhadap kerusakan bahan dalam penyimpanan, karena harus memerlukan biaya yang sangat tinggi untuk membuat gudang dengan perlengkapan pengaturan kondisi suhu dan kelembaban ruang gudang. Hal yang mungkin dapat dilakukan adalah dengan membuat ventilasi sehingga pengaruh buruk udaral uar dan sekitarnya dapat dikurangi. Letak atau lokasi gudang juga perlu diperhatikan. Lokasi gudang sebaiknya lebih tinggi dari tanah sekitar, dibuat sistem drainase yang baik serta bebas banjir. Demikian juga kebersihannya harus selalu dijaga agar tidak mengundang berbagai hama, terutama tikus.

  • Penggunaan insektisida dan fungisida

Insektisida  dan  fungisida  merupakan  racun  untuk memberantas hama serangga dan jamur. Racun yang digunakan dapat berupa racun kontak, racun pencernaan dan racun pernapasan atau fumigan. Beberapa jenis insektisida kontak antara lain Lindane, Dichlorvos, Benzene Hexachlorida, Dieldrin dan sebagainya. Beberapa jenis fumigan antara lain Phostoxin, Karbondisulfida (CS2), Metilbromida, Gas hidrosianida (HCN) dan sebagainya.

Referensi: Agribisnis Pakan Ternak Unggas. 2013. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kemendikbud.

Prosedur penggudangan Bahan Baku Pakan Ternak Unggas

Tata letak penempatan

Untuk mendapatkan sistem penggudangan yang efektif, maka perlu dilakukan perencanaan tata letak penempatan bahan yang akan disimpan. Diantara tumpukan bahan terdapat lorong-lorong. Pengaturan lorong-lorong diantara tumpukan karung dimaksudkan untuk memperlancar pengaturan lalu lintas bahan di dalam gudang serta untuk peredaran udara yang memadai. Pengaturan tata letak penempatan bahan pakan atau pakan erat kaitannya dengan proses pemasukan untuk disimpan dan pengeluaran untuk digunakan atau didistribusikan, Pemasukan dan pengeluaran ini harus mengacu sistem FIFO (first in first out). Yang dimaksud sistem FIFO adalah bahan yang datang terlebih dahulu harus di keluarkan/digunakan terlebih dahulu. Pakan yang diproduksi dahulu harus didistribusikan dahulu. Perencanaan tata letak penempatan bahan pakan dapat digambarkan sebagai berikut :

Baca selengkapnya

Tata cara penyimpanan Bahan Baku Pakan Ternak Unggas

Halo semua pelanggan nusfeed.id, kali ini kami akan membahas tentang tata cara penyimpanan bahan baku pakan ternak. Tata cara di sini sebenarnya bisa juga diterapkan pada jenis bahan baku pakan lainnya serperti ikan dan ruminansia. Nah, ini kami informasikan agar anda tidak bingung bagaimana teknik penyimpanan pakan bagi yang mau mulai usaha atau anda yang masih bingung ketika harus stocking banyak seperti saat libur lebaran kemarin.

Penyimpanan bahan baku pakan dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Cara-cara penyimpanan ini disesuaikan dengan jenis dan spesifikasi bahan pakan untuk mempermudah proses penyimpanan dan pembongkaran kembali bahan yang disimpan. Beberapa cara penyimpanan tersebut antara lain penyimpanan di dalam gudang dengan kemasan, penyimpanan di dalam gudang dalam bentuk curah di lantai gudang, penyimpanan dalam bentuk curah di dalam tangki dan penyimpanan dalam bentuk curah di dalam silo, dan cara penyimpanan lainnya.

Baca selengkapnya

Membuat formulasi pakan menggunakan Excel

Halo peternak, seperti janji kita bulan lalu. masih bicara tenang formulasi pakan ternak. Kali ini nusfeed akan membagikan cara menyusun formulasi pakan menggunakan bantuan komputer, lebih tepatnya lewat spredsheet atau yang paling dikenal dengan excel.

Nah, berbeda dengan menggunakan metode pearson, kali ini kita tidak pusing-pusing amat harus menghitung. Tinggal masukan data dan ubah by trial error, maka formulasi yang ingin kita inginkan akan keluar hasilnya.

  Baca selengkapnya

Cara Menyusun ransum dengan menggunakan Segi empat Pearson

Bicara masalah pakan ternak di Indonesia, selalu berusaha untuk mencari atau membuat pakan alternatif untuk ternak yang dipeliharanya. Dalam beberapa keadaan peternak akan merasa rugi bila memakai langsung atau pakan yang dibuat oleh salah satu pengusaha pakan ternak atau pakan pabrikan. Menyusun ransum untuk keperluan sendiri dengan menggunakan bahan-bahan makanan atau bahan-bahan pakan yang mudah diperoleh di sekitar peternakan atau dengan bahan pakan hasil pertandingan sendiri, mungkin dapat lebih menguntungkan, serta lebih sesuai dengan kebutuhan ternak yang sedang dipelihara

Penyusunan ransum yang tepat sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap periode pertumbuhan dan produksi dipengaruhi oleh nilai gizi dan bahan-bahan pakan yang digunakan. Perubahan nilai nutrisi bahan-bahan pakan seperti kualitas yang menurun atau diserang kutu dapat disebabkan terutama oleh pengolahan dan penyimpanannya. Untuk memilih bahan-bahan pakan yang akan digunakan dalam suatu Ransom, harus diketahui dahulu kandungan zat-zat pakan dan bahan-bahan pakan tersebut.

Cara menyusun ransum perlu diketahui oleh para peternak, bila ingin mengurangi biaya pakan. Baca selengkapnya

Cara Menghitung harga Protein per Gram Setiap Pakan Ternak

 

Bahan pakan sumber protein merupakan bahan pakan yang memiliki kandungan protein lebih dari 20% dan dapat berasal dari tanaman, hewan, ikan, dan susu.

Protein merupakan salah satu zat makanan yang sangat dibutuhkan oleh ternak terutama untuk tujuan produksi, karena protein ini setelah dimetabolismekan dalam tubuh, dicerna dan diserap, maka akan didapatkan hasil akhir yang merupakan hasil produksi (output) dari ternak itu, yang akan menguntungkan bagi kita. Baca selengkapnya

Aplikasi Android Takesi untuk Informasi Kesehatan Sapi

Baru-baru ini Kementrian Pertanian lewat Balai Besar Penelitian Veterinar meluncurkan sebuah aplikasi berbasis android tentang Informasi Kesehatan sapi. Aplikasi ini diberi nama Takesi. Takesi sendiri singkatan dari Teknologi Android Kesehatan Sapi.

Dari deskprisi informasi yang ada di Playstore, aplikasi ini dibuat karena rendahnya pengetahuan dan pemahaman peternak terkait dengan permasalahan kesehatan hewan dan gangguan reproduksi. Kekurangan pengetahuan ini berpotensi mengakibatkan kematian ternak akibat terlambatnya atau kurang tepatnya peternak dalam memberikan informasi kesehatan ternaknya kepada petugas medis. Baca selengkapnya

Cara Pengendalian dan Pembasmian kutu pada Pakan Ternak

Salah satu momok yang cukup mengganggu dalam usaha peternakan adalah serangan kutu pada pakan. Kutu ini dapat menurunkan kualitas pakan yang distok oleh peternak. Pada ternak tertentu seperti ternak ulat hongkong, ulat jerman, dan sebagainya kutu ini sangat merugikan karena memangsa telur ulat-ulat yang dipelihara tersebut. Tentu menjadi sebuah kerugian tersendiri jika kutu tidak dikendalikan. Baca selengkapnya

Kedelai dan hasil samping olahannya untuk pakan ternak dan ikan

Kedelai adalah salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecap, tahu dan tempe. Kedelai merupakan sumber utama protein nabati dan minyak nabati dunia. Kedelai yang dibudidayakan sebenarnya terdiri dari paling tidak dua spesies: Glycine max (disebut kedelai putih yang bijinya bisa berwarna kuning, agak putih atau hijau) dan Glycine soja (kedelai hitam, berbiji hitam). G. max merupakan tanaman asli daerah Asia subtropik seperti RRC dan Jepang Selatan, sementara G. soja merupakan tanaman asli daerah Asia tropis di Asia Tenggara. Tanaman ini telah menyebar ke Jepang, Korea, Asia Tenggara dan Indonesia. Baca selengkapnya

Tips Penyimpanan Pakan Agar Kualitas Tidak Menurun Drastis

Tips penyimpanan pakan agar kualitas pakan tidak turun drastis.

Konsumen yang berbahagia, Terimakasih sudah membeli produk bahan pakan ternak dan ikan di situs ini. Kali ini admin akan membahas tentang teknik penyimpanan pakan. Teknik penyimpanan pakan maupun bahan baku pakan yang baik bertujuan untuk mempertahankan agar bahan pakan tetap di dalam keadaan baik (kualitas dan kuantitas) sebelum dijual atau dipakai, serta mempertahankan agar bobok bahan pakan tidak susut dan menghindari perubahan bau juga warnanya. Baca selengkapnya

WhatsApp chat